News Ticker :

>> KUDUS

>> Ruang Perempuan

INSPIRASI

Hidayah di Usia 92 Tahun

30.12.16


Seorang wanita Belgia bernama Josette Marie memutuskan masuk Islam pada saat umurnya telah mencapai 92 tahun, hampir 1 abad.

KEPALA DESA BLIMBING KIDUL DOAKAN PENGURUS PKS DI ACARA SANTUNAN BPKK

4.12.16


Ahad,4 Desember 2016
Sebanyak 30  anak yatim piatu mendapatkan santunan dari BPKK DPC PKS Kec Kaliwungu Kabupaten Kudus, dalam rangka Launcing RKI (Rumah Keluarga Indonesia ) Kecamatan Kaliwungu, sebagai salah satu Program Partai Keadilan Sejahtera yang membawahi bidang perempuan.





“Sebagai rasa syukur atas nikmat Allah , mewakili Pemerintah Desa Blimbing Kidul menyampaikan banyak terima kasih kepada ibu – ibu Pks yang telah memberikan bantuan berupa santunan kepada anak anak kami,  Mudah – mudahan ini menjadi amal baik,karna ini doa mujarab dari anak yatim , semoga pengurus Pks di berikan kebaikan,sehat dan kelebihan rizki agar acara seperti ini,bisa terus berjalan” kata Kepala Desa Blimbing Kidul , Purnomo , saat memberikan sambutan di acara yang berlangsung di rumah bapak Sudarmaji ( ketua ranting desa blimbing kidul ). 


Selain memberikan santunan dan bantuan, BPKK DPC PKS Kec Kaliwungu pun melaunching Rumah Keluarga Indonesia Kec Kaliwungu Kabupaten Kudus . Rumah Keluarga Indonesia (RKI) merupakan salah satu program dari bidang perempuan DPP yang bertujuan untuk membantu memberikan solusi terhadap kendala-kendala kerumahtanggaan yang ada, sehingga anak-anak terjaga dari pengaruh negatif. RKI merupakan sumbangsih PKS kepada masyarakat, khususnya perempuan , Perempuan PKS menyadari, persoalan keluarga saat ini tidak sedikit, karena itu perlu upaya sungguh-sungguh untuk meminimalisir persoalannya, ujar Mafulla selaku ketua BPKK DPC PKS Kecamatan Kaliwungu.

Acarapun di tutup dengan mauidhoh hasanah dan doa yang di sampaikan oleh Ustadzah Sutiyani, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan akan pentingnya bersedekah dan bersilaturrahmi. 





Sasi Suro Sasine Cah Yatim

19.11.16


Bae Kudus -  "Bulan Jawa Asyuro atau berbaregan dengan Bulan Muharram sering dikait-kaitkan dengan bulannya anak yatim. Semangat kearifan lokal dan tradisi yang bagus dilingkungan kita perlu dilestarikan." Begitu kata Ust. Setyo Margono selaku Ketua DPC PKS Kecamatan Bae Kabupaten Kudus dalam bincang-bincangnya dengan tim Humas DPD PKS Kabupaten Kudus saat menyaksikan acara santunan yatim DPC PKS Kecamatan Bae.

Pesan Kyai NU pada PKS Mejobo


 Mejobo Kudus – Dalam rangkaian menyemarakkan Tahun Baru Hijriyah 1438 H, DPC PKS Kecamatan Mejobo Kudus melaksanakan Kajian warga dan Ibu-ibu Pengurus Ranting PKS se-Kecamatan Mejobo pada tanggal 28 September 2016 Kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah kediaman Kyai Jamilin Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus.

BPKK PKS Dawe Motivasi 21 Ibu Tangguh

16.11.16

Dawe Kudus - Untuk meramaikan Bulan Muharram 1438 H lalu, BPKK DPC PKS Kecamatan Dawe Kudus Mengumpulkan 21 Ibu-ibu tangguh di lingkungan Desa Kajar beserta putra-putrinya dalam acara santunan dan motivasi DPC PKS Kecamatan Dawe. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2016 di rumah Ketua DPRa PKS Desa Kajar, bapak Muh. Nafi.

Kader PKS Jati Urunan Santuni 54 Yatim

14.11.16

Jati Kudus - Sebagai rasa syukur atas pergantian Tahun Baru 1438 Hijriyah, DPC PKS Kecamatan Jati bersama seluruh kader dan simpatisan PKS Kecamatan Jati untuk urunan/patungan santuni Yatim-dhuafa.

Kebijakan Aher Jadi Percontohan KPK

21.10.16


Kebijakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) terkait tunjangan pokok penghasilan (TPP) PNS dijadikan percontohan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bagi daerah lain.
Kebijakan Aher yang diterapkan sejak 2010 lalu ini disosialisasikan KPK bersama Pemprov Jabar ke sejumlah daerah.
Asisten Daerah Bidang Administrasi Setda Jabar M Solihin mengatakan KPK menilai kebijakan TPP Pemprov Jabar bisa diadopsi daerah lain. "Kebijakan [TPP] ini jadi percontohan oleh KPK," katanya di Bandung, Rabu (24/8).
Gubernur Jabar sendiri langsung memberikan pengalamannya merumus dan menerapkan kebijakan TPP dihadapan Pemprov Sumatera Barat. Di waktu yang sama, Pemprov Maluku Utara, Kalimantan Selatan mendapatkan pencerahan yang sama.
KPK meminta Jabar berbagi pengalaman karena memandang penerapan TPP di wilayah lain yang belum optimal. Komisi anti rasuah tersebut juga menilai sistem kinerja pegawai online yang diberlakukan Pemprov Jabar menjadikan pemberian TPP tepat karena sesuai kinerja.
"Di beberapa daerah penghitungan kinerja belum baik. Kita online. Jadi PNS Pemprov yang bekerja di Cirebon bisa melaporkan kinerja setiap bulan. Mereka self assessment lalu dilaporkan ke Badan Kepegawaian Daerah diverifikasi dan dilaporkan ke Biro Keuangan untuk kemudian dibayarkan TPP-nya," paparnya.
Penerapan kebjakan ini di daerah lain maupun kementerian/lembaga belum berjalan baik karena sistemnya belum terintegrasi. Solihin memastikan kebijakan TPP yang paling krusial dan diaprestesi KPK adalah berhasil membuat sistem honor dihapuskan di Pemprov Jabar. "Sementara di tempat lain masih ada yang memberikan honor juga tunjangan jadi tumpang tindih," ujarnya.
KPK meminta Pemprov Jabar memaparkan pada stakeholder daerah terkait pengaruh penghapusan honor pada kinerja pemerintahan serta dampaknya pada bidang lain seperti keuangan. "Studi kasus yang dipelajari KPK di Pemprov Jabar diminta untuk dipaparkan lagi," katanya.
Dia mengaku KPK mengapresiasi kebijakan Aher tak hanya berbagi kisah sukses namun juga menempatkan pihaknya sebagai mentor bagi daerah-daerah yang sistem tunjangannya tengah dibenahi. "Ini sudah berjalan beberapa bulan ini. Jadi kami menceritakan ini dari awal sebelum diterapkan di Pemprov Jabar juga sempat ada keberatan dari PNS," tuturnya.
Penerapan TPP oleh Gubemur Jabar sejak periode pertama kepemimpinannya memang sempat mendapatkan ketidaksetujuan oleh PNS. Mengingat besaran yang diterima dari honor berbeda dengan jumlah TPP yang didapat. Tapi TPP itu lebih memberi kepastian dan stabil [jumlahnya] tergantung ke PNS mau benar atau tidak kerjanya," cetusnya.
Gubernur Aher menambahkan Instrument TPP merupakan upaya menghidupkan keharmonisan di dalam organisasi. "Instrumen ini merupakan instrument yang paling baik di Indonesia karena mampu menepis dikotomi dinas berkawasan basah dan kering," katanya.
Menurutnya sejak awal pendekatan dengan instrument TPP ini dirasa jauh lebih adil ketimbang pendekatan honor yang diterapkan sebelumnya. Bahkan melalui instrumen ini bila dibandingkan dengan provinsi lain, PNS Jawa Barat memiliki penghasilan yang paling tinggi. "Kedua terbaik seteteh Kementerian Keuangan," ujarnya.
Dia memastikan kebijakan pemberian TPP didasarkan pada pencapaian sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja serta kreatifitas pegawai setiap bulannya melalui sistem informasi manajemen kinerja terpadu skp.jabarprov.go.id yang di akses oleh seluruh pegawai sebanyak 13.000 orang.
Kebijakan pemberian TPP di Pemprov Jabar sendiri berdasarkan Peraturan Gubemur Jabar Nomor 119 tahun 2009 Tentang Pedoman Pengukuran Kinerja Dalam Pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) yang berlaku sejak 2010. "Bukan dengan cara menaikan penghasilan untuk meningkatkan kinerja melainkan menaikan kinerjalah untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi," pesannya.
Sumber: Bisnis Indonesia, 25 Agustus 2016

sumber : http://www.kpk.go.id/id/berita/berita-sub/3636-kebijakan-aher-jadi-percontohan-kpk

BBM, Rela Ijin Kerja Demi Bantu Qurban PKS

19.9.16


Mejobo, Bambang Budi Martopo atau kerap dipanggil mbah BBM adalah salah seorang kader PKS yang bekerja sebagai Pakbon atau Petugas Kebersihan di salah satu sekolah swasta. Ia memberanikan  untuk mengambil ijin kerja demi membantu suksesnnya acara penyembelihan hewan qurban yang dilakukan oleh PKS DPC Mejobo.

Meskipun konsekuensinya ia harus mendapat potongan kerja karena tidak masuk senilai Rp.50.000,- ia merelakan waktunya yang berharga itu guna membantu kegiatan PKS. Dengan kondisinya yang sudah cukup berumur,

Ramaikan Qurban, DPC Bae adakan Lomba Bulang Kambing

15.9.16

Bae, Partai Keadilan Sejahtera DPC Bae guna memeriahkan Qurban kali ini panitia mengadakan perlombaan membulang kambing. Perlombaan yang diikuti oleh perwakilan kader dan simpatisan ini menambah keramaian acara qurban yang dilaksanakan pada hari rabu kemarin yang bertepatan pada tanggal 14 September 2016 di sekretariat PKS DPC Bae.

PKS DPC Bae telah menerima kepercayaan hewan qurban dari masyarakat sejumlah 21 orang mudhohi yang diberikan dalam bentuk 2 ekor sapi dan 7 ekor kambing. Atas kepercayaan

DPC Dawe, Bagikan Daging Qurban Hingga Ke Pucuk Gunung Muria

Dawe, Ekspresi warga pucuk Gunung Muria begitu tampak suka saat Tim Qurban PKS DPC Dawe mendatangi mereka untuk membagikan daging qurban. Perjalanan yang cukup jauh tak menunjukkan rasa lelah Tim Qurban PKS DPC Dawe untuk menyalurkan amanah kader dan simpatisan PKS yang mempercayakan hewan qurbannya kepada Panitia.

Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada hari tasyrik ke dua ini bertepatan pada tanggal 14 September 2016 di Markas Dakwah DPC Dawe di Desa Cendono Dawe Kabupaten Kudus.

Mengukur Keberhasilan Ramadhan Kita

9.7.16

Ramadhan telah pergi. Rasanya belum banyak yang bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan Ramadhan bagi peningkatan taqwa. Tapi apa dikata, Ramadhan telah meninggalkan kita dan kita berharap semoga Ramadhan yang akan datang dapat kita jumpai lagi dengan tekad bisa mengisinya dengan sesuatu yang lebih baik.

Salah satu yang kita harapkan dengan berakhirnya Ramadhan adalah

Bangau Aja Mudik Masak Elu Nggak

6.7.16

Masih ingatkah kita akan sebuah peribahasa yang terkenal tentang sebuah Bangau? Tentunya tak akan pernah terlepas dari ingatan kita tentang peribahasa yang berisi:

Setan itu Bernama Lontong Opor

Masih ingatkah kita tentang Hari Raya Idul Fitri kemarin? Segala keramaian bersalam-salaman dengan sanak saudara dan sesama teman, bahkan kita pun saling menyapa dengan orang-orang yang tak kita kenali. Karena kita merasa waktu inilah saat untuk melebur dosa yang pernah kita perbuat dengan mereka.

Serangkaian Acara meriahkan acara Milad PKS Jawa Tengah

25.4.16

image
Sekum DPW PKS Jateng, IKhsan Mustofa memberikan sambutan. (RPF-Tsuyoi)
SEMARANG, - Ahad, 24 April 2016 menjadi puncak dari serangkaian acara yang diselenggarakan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah dalam rangka Tasyakuran Milad 18 PKS. Diawali dengan dzikir bersama kader dan Hufadz cilik di area Gedung Dakwah DPW PKS Jawa Tengah.

Acara dilanjutkan dengan Launching Mobil Khidmah PKS Jateng yang akan menyokongPKS dalam menjadi Partai terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat.  Sekretaris Umum DPW PKS Jateng, Ikhsan Mustofa dalam sambutan Launching menyampaikan bahwa Mobil Khidmah tersebar di 35 kota/kabupaten.

"Setelah ini, nanti akan ada pertunjukan dari teman-teman regu penyelamat. Mereka turun dari atas gedung untuk menyelamatkan korban, itu gambaran mereka saat dilapangan," Terang Ikhsan mengenai acara Show of Skill dari Tim Penyelamat Bencana PKS Jateng yang memperagakan Vertical Rescue.

Lebih Lanjut Ikhsan menjelaskan bahwa agenda PKS tidak hanya pada hari ini, karena sebelumnya sudah terlaksana beberapa hal seperti tadi malam adanya acara nonton bareng 
Film Tausiyah Cinta dengan 300 pemuda-pemudi kota Semarang dan sekitarnya, selain menonton mereka juga diajak untuk beramal.

Tidak ketinggalan dalam tradisi keilmuan, acara Tasyakuran Milad 18 PKS jateng juga diselenggarakan babak penyisihan Lomba Baca Kitab Kuning pada ahad (17/04/2016), Forum Diskusi Fraksi mengenai Kesejahteraan Nelayan senin (18/04/2016) lalu, serta Kajian Islam Sabtu Sore di Markas Dakwah yang disiarkan Live Streaming.

"Kemarin sore kita adakan Kajian Islam di DPW, monggo kami mengajak seluruh masyarakat rutin tiap hari sabtu sore, atau bisa akses melalui PKS TV insya Allah kita Live Streaming," Kata Ikhsan dihadapan masyarakat yang hadir dalam acara Tasyakuran Milad 18 PKS.

Semarak Tasyakuran Milad 18 PKS ditutup dengan agenda Forum Group Diskusi dari Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS Jateng yang membahas mengenai ketahanan keluarga bersama praktisi LRC-KJ HAM, Yayasan Setara, pakar psikologi Dini Ratri, dan Eko Yuliarti Siroj BPKK DPP PKS.

"Ini baru partai yang mengundang yayasan setara untuk membahas mengenai masalah ini," terang Ika, perwakilan Yayasan Setara.

Tingginya antusias santri ikuti lomba kitab kuning pks

18.4.16

Sejumlah santri pesantren mengikuti pengajian "Kitab Kuning".

SEMARANG -- Animo masyarakat Jawa Tengah terhadap lomba ‘kitab kuning’ cukup tinggi. Setidaknya ini dibuktikan oleh banyaknya peserta yang ambil bagian dalam lomba kitab kuning yang digelar DPW PKS Jawa Tengah, Ahad (17/4).

Lomba yang digelar di aula kantor DPW PKS Jawa Tengah ini diikuti tak kurang dari 150 peserta yang mewakili sedikitnya 40 pondok pesantren (ponpes)  di Jawa Tengah.

"Beberapa diantaranya merupakan para santri dari ponpes besar di Jawa Tengah, seperti Ponpes Sarang, Rembang; Al Hikmah 1 Benda, Brebes; Darusalam, Gontor; Darul Falah Bangsri, Jepara dan Ponpes Karangasuci. Purwokerto,” kata Ketua Panitia Lomba Kitab Kuning, Nurhadi Susilo.

Meski masih tahap seleksi untuk tingkat Jawa Tengah, jelasnya, animo para santri untuk mengikuti kompetisi ini cukup menggembirakan. Ia juga menjelaskan, untuk mekanisme pada babak penyisihan tingkat Jawa Tengah ini dibagi dalam dua sesi. Sesi Pertama adalah membaca kitab kuning dihadapan satu juri sesuai undian.

 Dari sesi  ini akan diambil tiga orang  peserta terbaik yang nantinya berhak maju untuk sesi kedua. “Pada Sesi kedua tiga peserta yang dinyatakan lolos akan diminta untuk membaca kitab kuning dihadapan tiga juri sekaligus.

Yang terbaik dari sesi kedua ini, selanjutnya akan ditetapkan satu peserta terbaik yang akan mewakili Jawa Tengah untuk maju ke Babak Final Lomba Kitab Kuning. Mereka akan bersaing dengan perwakilan dari seluruh perwakilan terbaik di Tanah Air.

 “Insya Allah, satu peserta terbaik dari lomba kali ini akan menjadi delegasi DPW untuk maju pada lomba yang sama di tingkat Pusat,” tambah Nurhadi di sela- sela pelaksanaan lomba kitab kuning ini.

 Lebih lanjut, Hadi menyampaikan dalam lomba yang diinisiasi oleh Fraksi PKS DPR RI ini, para peserta akan membaca kitab Fathul Mu'in karya Syeikh Zainuddin Bin Abdul Aziz Al Malibari. Kitab yang mashur di Indonesia tersebut membahas mengenai fiqih mazhab Syafi'i. Sedangkan dewan juri pada babak penyisihan Lomba Baca Kitab Kuning tingkat Jawa Tengah ini terdiri atas para tokoh ponpes.

 Dia mencontohkan, KH Samiun Jazuli, pengasuh Ponpes Raudhotul Ulum, Guyangan, Kabupaten Pati, KH Tri Bimo Soewarno dari  pengasuh Ponpes Al Hadi Iman Solo dan KH Qutub Izzuddin dari Pondok Al Haromain Jepara,” kata dia.

Jika lolos ke babak grand final di Jakarta, para peserta lomba Kitab Kuning itu akan bersaing untuk mendapatkan satu hadiah utama, yakni umrah beserta uang pembinaan sebesar Rp 20 juta. “Melalui rangkaian seleksi peserta ini, kami berharap wakil Jawa Tengah pada lomba ini mampu berbicara di level nasional nanti,” tambahnya.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

DPD PKS Kudus Kirimkan Santri Ikuti Lomba Kitab Kuning

17.4.16



Kudus (17/04) - Demi menyemarakkan lomba membaca Kitab Kuning yang disekenggarakan oleh DPP PKS se-Indonesia, DPD PKS Kudus mengirimkan delegasi santri muda sejumlah dua orang putra. Mereka langsung didampingi oleh Sekretaris DPD PKS Kudus, Junaedi, dan Salah satu anggota dewan PKS Kabupaten Kudus, Roni Agus Santoso yang turut menyemangati para pemuda tersebut.

Muhammad Lutfi Alfian (20) dan Syamsul Munif (23) berasal dari Pondok Pesantren Al Anshor Bulungcangkring Jekulo Kudus. Bersama dengan Surat Rekomendasi dari Pengasuh Pondok, KH Ainur Rofiq mereka berangkat subuh tadi dengan didampingi oleh para pejabat teras DPD PKS Kudus menuju tempat perlombaan di Kantor DPW PKS Jateng, Jalan Kelud Utara 46, Petompon, Gajahmungkur, Semarang.

Dikutip dari website jateng.pks.id, Ketua Panitia Lomba Kitab Kuning, Nurhadi Susilo dalam keterangannya pada Sabtu (16/4/2016) menyampaikan bahwa seleksi Lomba Baca Kitab Kuning, kali ini diikuti 150 peserta yang merupakan santri dari 40 Pondok Pesantren di Jateng untuk memenangkan hadiah paket umroh dan uang pembinaan dari DPP PKS.

"Hal ini menjadi pelecut semangat bagi kami agar lebih terpacu untuk semakin belajar lebih giat lagi dan ada semacam ghiroh atau iri yang positif jika melihat peserta yang bagus membaca kitab. Kami berharap dapat lolos dan mengharumkan nama pondok dan membanggakan seluruh warga Kudus." Tutur salah salah satu peserta.

Besar harapan dari pengurus DPD PKS Kudus untuk mampu lolos dan menuju ke babak final yang nanti akan diadakan di Jakarta bertemu perwakilan dari delegasi dari masing-masing Provinsi. Dan tentunya seluruh kader PKS Kudus pada khusunya dan seluruh warga Kudus pada umumnya akan sangat bangga jika kami bisa memenangi perlombaan ini, ucap Pejabat teras PKS Kudus yang kerap disapa Pak Jun disela-sela perlombaan.

Membaca kitab Fathul Mu'in karya Syeikh Zainuddin Bin Abdul Aziz Al Malibari adalah tantangan yang sangat berat, apalagi dihadapan oleh para Kyai-Kyai Besar seperti KH Samiun Jazuli, pengasuh Pondok Raudhotul Ulum Guyangan Pati, KH Tri Bimo Soewarno dari  Pondok Al Hadi Iman Solo dan KH Qutub Izzuddin dari Pondok Al Haromain yang menjadi juri dibabak penyisihan ini. Seluruh peserta hanya mengharapkan doa dari para Kader dan warga Kudus agar dapat dimudahkan dan dilancarkan dalam mengikuti perlombaan ini. (sumodisastro/humas kudus).





150 Santri NU dari 40 Ponpes Semarakkan Lomba Kitab Kuning PKS Jateng

PKS Kudus– Animo masyarakat Jawa Tengah terhadap lomba kitab kuning yang digelar oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera bekerja sama dengan Fraksi PKS sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya peserta yang ikut pada lomba kitab kuning yang digelar Ahad (17/4/2016) di Kantor DPW PKS Jateng, Jalan Kelud Utara 46, Petompon, Gajahmungkur, Semarang.

Ketua Panitia Lomba Kitab Kuning, Nurhadi Susilo dalam keterangannya pada Sabtu (16/4/2016) menyampaikan bahwa seleksi Lomba Baca Kitab Kuning, kali ini diikuti 150 peserta yang merupakan santri dari 40 Pondok Pesantren di Jateng

"Alhamdulillah animo masyarakat tinggi, sampai saat ini ada beberapa santri pondok pesantren besar di Jawa Tengah yang turut serta, seperti Pondok Pesantren Sarang Rembang, Ponpes Al Hikmah 1 Benda Brebes, Ponpes Darusalam Gontor, Darul Falah Bangsri Jepara dan Ponpes Karangasuci Purwokerto,” katanya.

Adapun, kata Nurhadi, untuk mekanisme pada babak penyisihan tingkat Jateng dibagi dalam dua Sesi. Sesi Pertama adalah Sesi dimana peserta akan membaca kitab kuning dihadapan satu juri sesuai undian ditempat. Kemudian dari setiap peserta, diambil 3 peserta terbaik yang nantinya akan maju kedalam sesi kedua.

“Sesi kedua adalah sesi dimana 3 peserta akan diminta untuk membaca kitab kuning dihadapan 3 juri sekaligus. Dari sesi Kedua akan diambil 1 terbaik yang akan mewakili Jateng untuk maju ke Babap Final Lomba Kitab Kuning, bersaing dengan perwakilan dari wilayah-wilayah di Indonesia, Insha Allah, satu peserta terbaik akan menjadi delegasi DPW untuk ke Pusat,” paparnya.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan bahwa lomba yang diinisiasi oleh Fraksi PKS DPR RI para peserta akan membaca kitab Fathul Mu'in karya Syeikh Zainuddin Bin Abdul Aziz Al Malibari. Kitab yang mashur di Indonesia tersebut membahas mengenai fiqih mazhab Syafi'i.

“Untuk juri Babak penyisihan Lomba Baca Kitab Kuning di Jateng, adalah tokoh-tokoh Pondok Pesantren di Jawa Tengah, yaitu KH Samiun Jazuli, pengasuh Pondok Raudhotul Ulum Guyangan Pati, KH Tri Bimo Soewarno dari  Pondok Al Hadi Iman Solo dan KH Qutub Izzuddin dari Pondok Al Haromain Jepara,”pungkasnya.

 

Jika lolos ke babak grand final di Jakarta, para peserta lomba Kitab Kuning itu akan bersaing untuk mendapatkan satu hadiah utama, yakni umroh beserta uang pembinaan sebesar Rp 20 juta untuk pemenang utama.  

- Sumber http://www.jateng.pks.id

Akhirnya Aktifis Anti Eksploitasi Komersial Sumber Mata Air Pegunungan Muria Diterima Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah

13.4.16

995099_1586646241655883_3699306996146408996_nKudus, Setelah gagal menemui wakilnya di DPRD Povinsi Jawa tengah pada saat melakukan aksi demo sebelumnya, puluhan warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Sumber Mata Air Pegunungan Muria Anti Eksploitasi Komersial, melakukan unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah (Jateng), Rabu (23/3), di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Demonstrasi yang berujung pada aksi penyisiran ke ruangan dewan. Itu lantaran para peserta demo tidak yakin dengan kabar tidak adanya anggota dewan di ruangan. Para demonstran waktu itu sempat memaksa masuk ke dalam ruang dewan, setelah sebelumnya petugas Sekretaris Dewan DPRD Jateng, Sujarwo mengatakan seluruh anggota dewan sedang kunjungan kerja di luar kota. Mereka akhirnya diperbolehkan masuk dengan syarat hanya tujuh orang saja.
Usai masuk, mereka tidak menemukan satu orang pun anggota DPRD, terutama Komisi D yang menangani masalah air. Sesuai jadwal, seluruh anggota parlemen memang sedang melaksanakan kunjungan kerja di Surabaya. Mereka lantas menyasar ruang pimpinan hingga anggota lain dan hasilnya pun nihil. “Mengherankan 100 anggota dewan semuanya kenker, tanpa satupun yang ditinggal sebagai penjaga gawang, bilamana terjadi sesuatu hal yang berkenaan dengan pengaduan masyarakat, padahal aksi kami ini sudah kami beritahukan sebelumnya ke kesekrtariatan Dewan” kata Sumardi korlap demonstran pada saat itu.
“Sebetulnya target kami yang adalah menemui anggota Dewan dari Komisi D yang memang membidangi sumberdaya air, utamanya yang berasal dari Dapil 2 Jateng (Kudus, Demak , Jepara) tapi apadaya Jayus dan Achwan Sukandar juga tidak berada di tempat” , kata pendemo.
Akhirnya pada senen kemarin (28/3) para aktifis anti eksploitasi air muria itupun diundang oleh Fraksi PKS DPRD ke ruang Fraksi PKS di Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah, Achmad Fikri Koordinator aksi yang juga ketua LSM Lembaga Pemerhati Aspirasi Publik (LepasP) mengatakan, “Kami bertemu dengan salah seorang anggota fraksi PKS pak Amir  secara tidak sengaja pada saat beliau menjadi narasumber dalam sebuah sarasehan yang diselenggarakan oleh salah satu instansi Ptingkat Provinsi Jateng, kemudian beliau mempersilahkan kami untuk hadir di ruang fraksinya” jelas Fikri.
Dalam pertemuan di ruang fraksi PKS tersebut Fikri dan para petani di sekitar Muria di terima oleh ketua fraksi PKS Karsono dan anggotanya, Fraksi PKS berjanji akan memfasilitasi serta akan membicarakannya dengan jajaran anggota komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah sebagai alat kelengkapan dewan yang membidangi Sumberdaya Air sebagai tindak lanjut atas pertemuan tersebut, di ruang tersebut para petani sekitar muria berkeluh kesah atas kesulitan air yang mereka hadapi selama bertahun-tahun akibat eksploitasi dan komersialisasi air permukaan yang dilakukan para pengusaha secara ilegal. (YM)

http://isknews.com/akhirnya-aktifis-anti-eksploitasi-komersial-sumber-mata-air-pegunungan-muria-diterima-fraksi-pks-dprd-jawa-tengah/

PKS Kudus Solidkan Barisan demi Berkhikmat untuk Rakyat

29.2.16

Kudus 28 Februari 2016


Kudus –Ratusan Kader PKS Kabupaten Kudus menggelar RapatKoordinasi Daerah di Gedung AKLI Getas Pejaten Jati Kudus, Minggu 28 Februari 2016.
Dengan mengundang sturktur Dewan Pengurus Cabang (DPC), seluruh anggota Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan 4 (empat) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PKS Kabupaten Kudus untuk membahas Rencana Kerja Tahunan (RKT) sebagai hasil turunan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah.
Ketua DPD PKS Kudus, Sayyid Yunanta, mengatakan bahwa Rakorda ini adalah sebagai pematik semangat seluruh kader yang ada di Kudus untuk senantiasa berkhikmat kepada masyarakat Kudus. Apapun posisi kader PKS mereka diharapkan untuk senantiasa menjadi pelopor segala bentuk kebaikan di dalam lingkungan masyarakat.
“Inilah yang akan diterjemahkan di dalam rapat koordinasi kali ini, amanat-amanat yang telah disampaikan pada Muskernas hingga Muskerwil kemarin selanjutnya akan direalisasikan ke dalam program-program dengan bentuk stuktural dan kultural, dan itu menuntut kami untuk lebih Njawani ketika terjun ke dalam masyarakat.” Lanjutnya.
Selain itu, PKS juga membahas tentang rencana strategis dalam menyongsong Pilkada 2018 dan Pileg 2019 yang akan datang. Kebutuhan untuk mengusung calon sendiri dalam Pilkada sangat memungkinkan dengan adanya 4 anggota Dewan yang sudah dimiliki, dan itu sangat memungkinkan untuk mengusung sendiri Kader dari Internal Partai.

Media Center



Bagus PanduWicaksana, SS

Humas DPD PKS Kabupaten Kudus

>> PILKADA UPDATE

>> TAUJIH

Alam Islami

 
 photo pksno3_zps07baf103.gif
© Copyright pks-kudus 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.