News Ticker :

>> KUDUS

>> Ruang Perempuan

INSPIRASI

Selamat jalan ke rahmatullah, Kang Aden. Semoga Allah menempatkanmu di posisi yang mulia.

31.12.13


Inna lillahi wa inna illaihi raji'un. Kang Aden Edcoustic telah mendahului kita semua menghadap Allah Yang Maha Penyayang, tadi malam, Senin (30/12/2013) pukul 20.20 wib di RS Al-Islam Bandung.

Kang Aden kita kenal sebagai vokalis di grup nasyid Edcoustic, bersama partnernya Eggie (gitaris), yang sukses mengusung konsep musik pop inspiratif.

Album perdana “Masa Muda” dirilis Oktober 2004, telah menjadi satu fenomena tersendiri di blantika musik religi Indonesia. Album ini telah terjual hampir 20.000 keping, sebuah pencapaian luar biasa bagi album sekelas indie.

Single “Muhasabah Cinta” (2008) semakin melesatkan popularitas Edcoustic, terlebih setelah Aden sukses berkolaborasi dengan Melly Goeslaw dalam menciptakan ost. "Ketika Cinta Bertasbih".

Salah satu karya Kang Aden adalah Hymne PKS, bisa didengar dan di download di: http://www.pks-kreatif.com/lagupks/18-partai-keadilan-sejahtera-edcoustic

Selamat jalan ke rahmatullah, Kang Aden. Semoga Allah menempatkanmu di posisi yang mulia.

Aamiin.


Cahyadi Takariawan

Mentan Suswono: Kita Surplus 5,4 Juta Ton Beras dan jagung surplus 4,1 juta ton Tahun Ini

FAO beri Indonesia Penghargaan. Menteri Pertanian Suswono saat menerima Dirjen FAO Jose Graziano da Silva (27/5).

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menegaskan tahun ini Perum Bulog tak impor beras karena produksi beras dalam negeri mengalami surplus sebesar 5,4 juta ton.

"Tahun ini produksi padi kita realisasinya mencapai 70,87 juta ton (bentuk gabah), sedangkan ketersediaan beras tahun ini mencapai 39,8 juta ton dimana kebutuhan tahun ini sebesar 34,4 juta ton, kita surplus beras sebesar 5,419 juta ton," kata Suswono di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (30/12/2013).

Suswono menegaskan dengan surplus 5,4 juta ton tersebut, membuat Bulog tidak perlu lagi impor beras. Hal ini cukup positif bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya terutama di 2011.

"Jadi tahun ini Bulog tidak impor beras, karena stok di gudangnya cukup," ucap Suswono.

Suswono mengklaim tidak hanya produksi beras saja yang surplus, namun untuk produksi jagung tahun ini surplus 4,1 juta ton, bawang mewah surplus 84.000 ton, cabai besar surplus 187.900 ton seta daging unggas dan telur unggas surplus masing-masing sebesar 419.800 ton dan 54.600 ton.

"Gula pasir untuk pemenuhan kebutuhan gula konsumsi rumah tangga kita surplus 384.300 ton, tetapi untuk pemenuhan seluruh kebutuhan gula nasional hanya 2,54 juta ton tidak cukup, makanya kebutuhan gula untuk industri dipasok dari impor dan cadangan gula pada 2012," tutupnya. (detikfinance)

"Baru kali ini ada partai yang begitu serius membantu"

30.12.13


Hampir 200 orang berpakaian coklat khas itu berkumpul di Balai Desa Rahtawu, desa wisata yang terletak di lereng pegunungan Muria, Kudus, Jawa Tengah. Mereka duduk rapi bersila di aula Balai Desa, lesehan tanpa tikar,  bersiap menerima pengarahan dari Kepala Desa. Mereka akan melakukan bakti sosial di desa yang terletak di ketinggian 500 mdpl, sekitar 20km di ujung utara Kota Kudus, (28-29 Desember 2013)

Sugiono, begitu lelaki paruh baya itu biasa dipanggil. Belum ada sebulan ia dilantik menjadi Kepala Desa. Namun kiprahnya di masyarakat sudah diakui masyarakat desa wisata spiritual itu. Ia yang duduk di depan memberikan pengarahan.

Suara parau mengiring kata sambutan sederhana yang ia sampaiakan. Lugas namun santun, khas orang pegunungan. Namun bukan dingin yang menjadikan suaranya parau, tapi rasa haru yang menjadikannya tergugu.

"Saya terharu dengan kehadiran Bapak-bapak semua. Baru kali ini ada rombongan orang dalam jumlah sebanyak ini yang datang memberikan bantuan untuk membangun desa ini. Baru kali ini ada partai yang begitu serius membantu."

Lalu kalimat demi kalimat terurai dari mulut lelaki sederhana itu. Dia juga yang langsung memimpin kegiatan bakti sosial didampingi pengurus partai bernomor urut 3 itu. Meski baru sekali bertemu, ia tidak terlihat canggung, berbincang dan berkoordinasi. Lalu ia membagi relawan itu menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok didistribusikan ke-4 titik di wilayah desanya yang memang sangat luas.

Pak Kades, ketika memberi pengarahan

Para relawan itu juga terlihat patuh dengan instruksi pak Kades. Tidak ada rasa keberatan sedikitpun. Mereka langsung ikut arahan dan menuju lokasi masing-masing. Di tiap titik ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Ada yang membangun jalan kampung, pengecoran jembatan dan juga pembersihan tempat wisata.

Perjalanan dari Balai Desa menuju lokasi ternyata cukup jauh. Yang paling jauh karena lokasinya di lereng gunung, diantar dengan mobil colt bak terbuka. Sebagian lainnya jalan kaki menuju lokasi.

Terlihat para relawan juga akrab dengan penduduk desa. Tegur sapa, bincang-bincang dan obrolan terlihat diantara para relawan dengan penduduk desa yang ikut gotong royong.

Dengan sigap mereka mengangkat batu, menata di jalan tanah yang telah disiapkan. Sebagian membantu tukang untuk mengaduk semen, mengangkat adonan 'labur' atau adonan cor-coran dibawa menuju lokasi pengecoran jalan. Warga sekitar menjadi tambah semangat melihat para relawan yang sangat semangat membantu. Bahu-membahu warga dan relawan menjadikan pekerjaan pengecoran jalan dan jembatan di beberapa titik menjadi cepat selesai.

Bukan yang pertama saya mengikuti kegiatan semacam ini. Kakak saya yang kader PKS sudah sering mengajak saya ikut menjadi relawan di beberapa acara baksos Partai Dakwah ini. Sejak beberapa tahun lalu, setiap ada bencana, kakak saya ikut menjadi relawan dan saya kerap diajak serta. Bencana tanah longsor, gempa Jogja, beberapa kejadian kebakaran, bakti sosial, gotong royong pembangunan jalan seperti saat ini, seperti tidak ada hhabis-habisnya partai ini melayani masyarakat.

Seperti 2 hari terakhir ini. Kerja bakti membangun jalan dan jembatan, menghadirkan banyak relawan, bahkan dari beberapa kota sekitar Kudus seperti Semarang dan Grobogan juga hadir ikut serta.

Saya melihat pak Kades dan warga desa Rahtawu sangat senang dengan kehadiran para relawan PKS ini. Sejak hari pertama, mereka bahkan sudah terlihat akrab satu sama lain. Beberapa warga yang simpati mengundang relawan untuk mampir ke rumahnya untuk sekedar minum teh hangat dan hidangan ubi rebus.

Seorang warga yang sempat saya ajak bicara, menyampaikan kesannya pada kegiatan kerja bakti ini.

"Kami senang dengan kehadiran mereka. Bapak-bapak ini tentu orang-orang yang sibuk, namun masih rela ikut kerja bakti. Mereka terlihat rapi dan bersih, namun tidak segan-segan berkotor-kotor bersama kami kerja bakti."

Orang lain lagi berkomentar,"Orang-orangnya santun dan baik. Rajin sholat. Masjid-masjid jadi ramai sholat jamaah dengan kehadiran mereka."

Seorang kakek tua di sebuah warung kopi ketika saya sempat singgah, berkomentar dengan teman sebayanya, "Mereka masih muda, kelihatannya pinter-pinter, namun rela jauh-jauh ke tempat terpencil seperti ini hanya untuk kerja bakti."

Dan rasa haru sekaligus bangga saya bisa ikut bersama rombongan ini. Ketertarikan saya dengan partai ini semakin memuncak. Diam-diam saya semakin jatuh cinta.

Saya teringat ketika bertanya pada kakak saya, mengapa para kader PKS tidak berhenti melakukan kegiatan melayani masyarakat bahkan ketika partainya banyak dihujat akhir-akhir ini, dicemooh dan disudutkan media,

"Beginilah partai ini mengajarkan kami. Apapun yang terjadi, kami akan terus melayani."

Dan jawaban kakak saya itu menancap sampai ke lubuk paling dalam. Jleb!

Kakak saya adalah koordinator paguyupan kelompok tani di desanya. Dan oleh PKS ia ditunjuk untuk menjadi caleg mewakili daerah kecamatan tempat tinggalnya.


*by Jumadi Subur
Trainer dan Penulis Buku
(beberapa kali jadi relawan PKS)
@jumadisubur on twitter


-FOTO (atas): Peserta mukhoyyam Kepanduan PKS sedang baksos membangun jalan di desa Rahtawu, Gebog, Kudus.

AHER Bersyukur Dipilih Kader Sebagai Capres

24.12.13


Bekasi - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku bersyukur atas keinginan mayoritas kader Partai Keadilan Sejahtera di wilayah setempat untuk menjadikannya sebagai calon presiden 2014-2019.

Purworejo Banjir, PKS Salurkan Bantuan


pkskudus.org - Purworejo - Musibah banjir melanda wilayah kabupaten Purworejo Jawa Tengah sejak Kamis lalu (19/12). Sebanyak 2.433 korban banjir mengungsi dari rumah tinggal mereka. Sementara 1.083 warga, masih menunggu dievakuasi dari lokasi banjir.

Pak Cah : "Anak Belum Selesai dengan Sejarahnya..."

1.12.13


Demikian salah satu petikan ceramah yang disampaikan Pak Cah (Cahyadi Takariawan) dalam suatu acara Seminar Parenting di Gedung DPRD Kudus, Sabtu 30 Nopember 2013.

Anak merupakan amanah dan anugrah dari Alloh SWT kepada kita para orang tuanya.Terimalah bagaimanapuan keadaan anak-anak kita, karena anak-anak kita belum selesai dengan sejarahnya. Bisa jadi anak-anak kita yang sekarang kita anggap anak yang sholih/sholihah dikemudian hari akan menjadi orang yang jahat, atau sebaliknya anak kita yang kita anggap nakal tapi siapa tahu kelak mereka akan menjadi orang yang hebat.
Yang kita perlukan adalah selalu membersamai tumbuh kembang anak-anak kita. Pak Cah menambahkan, ketika kita anak kita yang semasa kecil rajin ke masjid, suka mengaji, tapi ketika dewasa si anak mulai malas dan bahkan tidak mau pergi ke masjid. Dengan kesal orang tua anak tersebut berkata “ Waktu kamu kecil kamu tidak seperti ini nak.., waktu kecil kamu rajin pergi ke masjid. Kamu sudah tidak seperti yang dulu…”
Ungkapan yang demikian menurut Pak Cah menunjukkan kita tidak pernah membersamai dan mengikuti perkembangan anak kita.

Selain berbicara tentang anak, Pak Cah juga berbagi pengalaman tentang kiat-kiat agar kita hidup harmonis bersama pasangan kita. Ucapan, perbuatan, sikap kasar dan emosional yang kita lakukan kepada pasangan, bisa membentuk endapan di dasar hati. Seperti permukaan danau yang tenang, menjadi bergolak ketika dilempari batu. Sesaat saja bergolak, setelah itu kembali tenang. Namun tenang yang kedua berbeda dengan ketenangan pertama. Karena sudah ada endapan batu di dasar danau, yang semula tidak ada. 

Suami yang berlaku kasar kepada isteri, atau isteri yang berlaku kasar kepada suami, sama dengan melemparkan batu ke dasar hatinya. Mungkin sesaat isteri tampak sedih dan menangis atas petbuatan kasar suami, setelah itu kembali tenang. Namun kondisinya berbeda, karena sudah ada batu yang mengendap di dasar hatinya. Semakin sering berlaku kasar, semakin banyak pula batu yang mengendap di dasar hati pasangan kita. 

Endapan batu ini harus diambil sampai bersih, agar tidak menjadi ganjalan seumur hidupnya.


Selain itu Pak Cah juga menyinggung tentang perbedaan karekter antara laki-laki dan perempuan. Perempuan secara umum memiliki kemampuan multitasking. Bisa mengerjakan 4 sampai 5 aktivitas dalam waktu bersamaan. Bahkan lebih. Lihatlah apa yang dilakukan para isteri dan ibu tiap pagi. Dua tungku kompor menyala; merebus air dan memasak sayur. Magic jar dihidupkan untuk menanak nasi. Di sebelah sana mesin cuci beroperasi. Memasak sambil menggendong bayi dan menyapu lantai. Masih ditambah mendengarkan pengajian Mamah Dedeh di televisi. Sedang laki-laki cenderung mengerjakan suatu pekerjaan secara serial. Setelah menyelesaikan pekerjaan baru ia akan beralih ke pekerjaan selanjutnya. Hal ini apabila tidak disikapi dengan bijak akan menimbulkan konflik yang akan mempengaruhi hubungan suami-istri 

>> PILKADA UPDATE

>> TAUJIH

Alam Islami

 
 photo pksno3_zps07baf103.gif
© Copyright pks-kudus 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.