1.12.13

PKS Kudus

Pak Cah : "Anak Belum Selesai dengan Sejarahnya..."


Demikian salah satu petikan ceramah yang disampaikan Pak Cah (Cahyadi Takariawan) dalam suatu acara Seminar Parenting di Gedung DPRD Kudus, Sabtu 30 Nopember 2013.

Anak merupakan amanah dan anugrah dari Alloh SWT kepada kita para orang tuanya.Terimalah bagaimanapuan keadaan anak-anak kita, karena anak-anak kita belum selesai dengan sejarahnya. Bisa jadi anak-anak kita yang sekarang kita anggap anak yang sholih/sholihah dikemudian hari akan menjadi orang yang jahat, atau sebaliknya anak kita yang kita anggap nakal tapi siapa tahu kelak mereka akan menjadi orang yang hebat.
Yang kita perlukan adalah selalu membersamai tumbuh kembang anak-anak kita. Pak Cah menambahkan, ketika kita anak kita yang semasa kecil rajin ke masjid, suka mengaji, tapi ketika dewasa si anak mulai malas dan bahkan tidak mau pergi ke masjid. Dengan kesal orang tua anak tersebut berkata “ Waktu kamu kecil kamu tidak seperti ini nak.., waktu kecil kamu rajin pergi ke masjid. Kamu sudah tidak seperti yang dulu…”
Ungkapan yang demikian menurut Pak Cah menunjukkan kita tidak pernah membersamai dan mengikuti perkembangan anak kita.

Selain berbicara tentang anak, Pak Cah juga berbagi pengalaman tentang kiat-kiat agar kita hidup harmonis bersama pasangan kita. Ucapan, perbuatan, sikap kasar dan emosional yang kita lakukan kepada pasangan, bisa membentuk endapan di dasar hati. Seperti permukaan danau yang tenang, menjadi bergolak ketika dilempari batu. Sesaat saja bergolak, setelah itu kembali tenang. Namun tenang yang kedua berbeda dengan ketenangan pertama. Karena sudah ada endapan batu di dasar danau, yang semula tidak ada. 

Suami yang berlaku kasar kepada isteri, atau isteri yang berlaku kasar kepada suami, sama dengan melemparkan batu ke dasar hatinya. Mungkin sesaat isteri tampak sedih dan menangis atas petbuatan kasar suami, setelah itu kembali tenang. Namun kondisinya berbeda, karena sudah ada batu yang mengendap di dasar hatinya. Semakin sering berlaku kasar, semakin banyak pula batu yang mengendap di dasar hati pasangan kita. 

Endapan batu ini harus diambil sampai bersih, agar tidak menjadi ganjalan seumur hidupnya.


Selain itu Pak Cah juga menyinggung tentang perbedaan karekter antara laki-laki dan perempuan. Perempuan secara umum memiliki kemampuan multitasking. Bisa mengerjakan 4 sampai 5 aktivitas dalam waktu bersamaan. Bahkan lebih. Lihatlah apa yang dilakukan para isteri dan ibu tiap pagi. Dua tungku kompor menyala; merebus air dan memasak sayur. Magic jar dihidupkan untuk menanak nasi. Di sebelah sana mesin cuci beroperasi. Memasak sambil menggendong bayi dan menyapu lantai. Masih ditambah mendengarkan pengajian Mamah Dedeh di televisi. Sedang laki-laki cenderung mengerjakan suatu pekerjaan secara serial. Setelah menyelesaikan pekerjaan baru ia akan beralih ke pekerjaan selanjutnya. Hal ini apabila tidak disikapi dengan bijak akan menimbulkan konflik yang akan mempengaruhi hubungan suami-istri 

PKS Kudus

About PKS Kudus -

Humas DPD PKS Kab Kudus

Subscribe to this Blog via Email :