Memasuki sepuluh hari ke dua masyarakat Kudus semakin giat mengadakan kegiatan unatuk meningkatkan  dan memaksimalkan ibadah di Bulan Ramadhan ini.Di berbagai tempat seakan-akan masyarakat berlomba-lomba untuk meraih kebaikan dan pahala Ramadhan ini dengan berbagai kegiatan.

Seperti yang dilakukan oleh Takmir Masjid Al Furqon Burikan Kudus – bekerjasama dengan YSP Al Fath Kudus menyelenggarakan acara Mukhoyyam Al Qur’an.Selama dua hari Sabtu sampai Ahad, 27-28 Juli 2013 peserta diajak untuk lebih dekat dengan Al Qur’an dan gemar menghafal Al Qur’an.

Acara dimulai Sabtu sore selepas Ashar yang mengundang pembicara Ust.Ali H, dimana dalam pemaparannya beliau memberikan materi Metode menghafal Qur’an bagi orang-orang yang sibuk.Sebenarnya menghafal Al Qur’an bukan monopoli orang pondokan atau orang pesantren saja, tapi siapa saja dengan kesibukan apapun dapat menghafalkan Al quran asal dengan niat ikhlas dan berusaha sungguh-sungguh.Beliau juga  mengajak agar menghafal Qur’an dijadikan proiritas sebagai amalan harian kita.

Setelah itu diadakan acara ifthor seluruh peserta Mokhoyyam Al Qura’an dengan didahului pengajian oleh Takmir Masjid Al Furqon Tafsir juz 20.

Selama acara berlangsung Peserta juga diajak untuk lebih giat berinteraksi dan mantadaburi Al Qur'an dan  menghafal surat-surat yang disukai dengan didampingi oleh musrif yang berpengalaman.

Pada hari kedua-Ahad- acara dilanjutkan dengan mengundang Ust. Ahmad Ahid Ulwan, Lc, M.S.I yang mengupas tuntas tema “Agar Bertahan Menghafal Al Qur’an. Dalam uraiannya Ust. Ahid antara lain memberikan “7 trik jitu untuk menghfal Al Qur’an” yaitu :

  1. Ikhlaskan Niat
  2. Pegang satu mushaf sebagai mushaf hafalan
  3. Benarkan mengucapkan bacaan
  4. Pahami metode menghafal dan konsisten terhadapnya
  5. Perhatikan ayat-ayat yang mutasyabih (lafal dan makna) yang sama atau mirip
  6. Lakukan murajaah (Waktu dan jumlahnya)
  7. Tasmi’kan hafalan


Dalam acara Mukhoyyam Al Qur’an ini juga di selingi dengan kegiatan tasmi’ Al Quran oleh ananda izzudin Al Qossam dan ananda Dzikri Hanif Ibrahim.