image
KARANGANYAR,  – Mapolres Karanganyar dibuat geger dengan aksi demo yang dilakukan masyarakat. Mereka terpaksa dilumpuhkan dengan semua kekuatan gabungan polisi, TNI dan Satpol PP, bahkan dengan mengerahkan water cannon dan tembakan gas air mata.

Itulah simulasi yang digelar oleh petugas keamanan menjelang digelarnya pemilihan Gubernur dan Wagub. Petugas disiagakan penuh mengantisipasi kemungkinan terburuk jika terjadi aksi demo anarkhis akibat ketidakpuasan masyarakat atau pendukung salah satu calon.
‘’Kami tentu tidak berharap akan muncul kejadian seperti itu. Tetapi kalau memang akhirnya terjadi, maka kami harus sudah siap. Karena itulah geladi ini dimaksudkan melihat kesiapan para anggota dalam upaya mengamankan pilgub,’’ kata Kompol I Komang Budayana, Kabag Ops Polres Karanganyar.
Dia mewakili Kapolres AKBP Nazirwan Adji Wibowo yang absen dalam geladi pengamanan pilgub, karena memantau aksi mogok awak bus di Karanganyar sejak pukul 06.00. Meski tidak ditunggui orang nomor satu di Polres itu, geladi berjalan lancer dan baik.
Petugas benar-benar terlihat siap ketika muncul aksi protes, demo, bahkan kemudian berujung pada aksi anarkhi ketika warga mencoba melawan petugas dengan melempari batu, air, dan lainnya. Termasuk ketika situasi sudah chaos dan ada korban, petugas terlihat sangat siap.
Dalam geladi itu juga sekaligus menampilkan kerja sama yang baik antara polisi, TNI dan Satpol PP yang merupakan wujud koordinasi yang baik antara Polres, Kodim dan Pemkab Karanganyar. Mereka langsung dilibatkan dalam simulasi untuk pengamanan obyek vital di  Karanganyar.
Sebelumnya Kapolres mengatakan, sebetulnya jika dibandingkan dengan pilkades, kerawanan yang muncul dari masyarakat justru sangat mungkin terjadi ketika pilkades. Sebab massa satu pendukung dengan lainnya berhadapan langsung.
‘’Bayangkan pilkades itu betul-betul hanya dalam lingkup terbatas, namun masing-masing calon memiiki massa yang berhadapan. Karena itu kerawanannya sangat besar. Ternyata kita bisa melewati dengan sukses tanpa sesuatu yang berarti,’’ kata dia.
Karena itulah diharapkan pada saat pilgub, dengan keterikatan pada calon yang lebih longgar, maka gesekan antarpendukung tidak akan terjadi. Tentu masyarakat juga sudah sangat pintar menyikapi perbedaan sehingga tidak akan terjadi ketegangan.
‘’Meski begitu, kami tetap siaga. Apapun, sebagai bentuk kesiagaan saja. Harapannya semua berjalan baik, tidak ada gesekan. Kita yakin masyarakat sangat paham dan juga berharap perhelatan demokrasi ini akan berjalan dengan lancer dan tertib.’’(an/joko dwi hastanto)
( Joko Dwi Hastanto / CN19 / JBSM )
sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/pilkada/2013/04/25/154399/Geger-Pilgub-di-Mapolres-Karanganyar