KUDUS, - Peningkatan debit Sungai Serang yang mengarah ke Sungai Wulan dan Sungai Juana melalui Bangunan Pengendali Banjir Wilalung Lama (BPBWL), mulai menimbulkan tumpukan sampah di sekitar sarana pengairan tersebut.

Meskipun tidak sebanyak tahun lalu, hal tersebut dapat membuat ketinggian air di sekitar bendungan meningkat. Pantauan suaramerdeka.com di BPBWL Wilalung, Selasa (9/4), tumpukan sampah terlihat di dekat dua pintu yang mengarah ke Sungai Wulan.
Jenis buangan di tempat tersebut didominasi batang pohon yang ikut hanyut terkait peningkatan debit. Menurut penjaga pintu Wilalung, Noor Ali, sampah memang tidak sebanyak tahun lalu.
Pemotongan bagian bawah pintu air nomor 10 yang mengarah ke Sungai Wulan menjadi salah satu penyebabnya.
"Kalau dahulu, sampah sangat tebal karena tersangkut di pintu," tandasnya.
Perkembangan terakhir, gelontoran debit dari Sungai Serang yang terpantau di tempat itu masih mencapai 940 meter kubik per detik. Sebagian besar langsung mengarah ke Sungai Wulan. Hanya saja, sejak Senin (8/4) sore pintu nomor tiga yang mengarah ke Sungai Juwana juga ikut limpas.
Namun, pihaknya memprediksi hal tersebut tidak akan sampai mengganggu area pertanian di sepanjang daerah aliran Sungai Juwana.
Sementara itu, di tanggul kanan Sungai Wulan masuk wilayah Kecamatan Jati, sekitar 50 personel gabungan dari Polres Kudus, Polsek Jati, Pura Group, Djarum dan Dinas BMPESDM Kabupaten Kudus bekerja bhakti memperkuat penahan debit di sekitar tempat tersebut.
Setidaknya 1.000 karung telah disiapkan untuk meninggikan tanggul di tiga titik yang dianggap kritis.
"Ini merupakan antisipasi kami terkait peningkatan debit di Sungai Wulan," kata Kapolsek Jati, AKP Supriyadi.
( Anton WH / CN33 / JBSM )
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_muria/2013/04/09/152322/Antisipasi-Banjir-Tanggul-Bendung-Wilalung-Ditinggikan