17.6.13

PKS Kudus

Fahri: Ada Anomali dalam Kenaikan Harga BBM



 
Suasana rapat paripurna DPR RI (Berita99 - Candra Kelana)
JAKARTA - Bersuara dengan nada yang lebih lembut dari biasanya, politisi PKS Fahri Hamzah tidak kehilangan ketajaman muatan pembicaraan. Fahri menyebut adanya anomali dalam rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

Dalam rapat paripurna di DPR, Senin (17/6), Fahri menyebut salah satu anomali itu tercermin pada alasan penyelamatan APBN. Pemerintah menyatakan, APBN bisa jebol jika harga BBM tidak dinaikkan.

"Di satu sisi kita bicara penyelamatan dan peningkatan APBN. Tapi di sisi lain, kita tidak mengatasi penyimpangan APBN. Kalau kita sukses mengelola APBN, maka APBN-nya tidak seperti ini berubahnya," tandas Fahri.

Fahri juga menyebut pemerintah tidak sensitif terhadap rakyat kecil. Pemerintah selalu menyalahkan masyarakat karena konsumsi BBM masyarakat yang besar, tetapi mengaturnya dengan cara dinaikkan harganya.

"Publik tidak bisa menerima jika pemerintah tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik (mengelola APBN). Dan kegagalan itu malah ditimpakan ke masyarakat," tegas Fahri lagi.

Fahri juga menyebut pemerintah gagal mengembangkan infrastruktur energi. Walhasil, Indonesia harus menyerahkan pengolahan minyak dan gas bumi ke pihak asing. Ujung-ujungnya, masyarakat harus membeli energi dengan harga mahal. Tapi pemerintah tetap saja tidak sensitif.

"Masyarakat terpaksa membeli energi yang mahal. Sudah dipaksa, tapi disalahkan pula. Dari hari ke hari kita menyaksikan orkestra yang fals ini," ucap anggota Komisi III DPR ini.

PKS Kudus

About PKS Kudus -

Humas DPD PKS Kab Kudus

Subscribe to this Blog via Email :