22.10.13

PKS Kudus

Ulil Batal Ceramah, JIL "Mengamuk" di Twitter


 Ahad, 20 Oktober 2013, semestinya Ulil Abshar Abdalla memberikan ceramah bertajuk “Demokrasi di Negara-negara Muslim” dalam sebuah seminar di UIN Sultan Syarif Kasim (Suska), Pekanbaru, Riau. Apa dinyana, kehadirannya menimbulkan banyak reaksi negatif, hingga akhirnya Ulil urung bicara. Menyusul ‘insiden’ ini, Ulil dan rekan-rekannya dari Jaringan Islam Liberal (JIL) menumpahkan kemarahannya di Twitter.

            Menurut penuturan melalui akun Twitternya, Ulil telah hadir di kampus UIN Suska untuk menyampaikan ceramahnya. Sejurus kemudian, Dekan Fak. Ushuluddin mengatakan bahwa ia tidak bisa melanjutkan rencananya. Konon, ada ancaman dari kelompok-kelompok tertentu yang tidak menyukai kehadiran Ulil di kampus tersebut.

            Meski hingga saat ini tidak jelas kelompok mana yang dimaksud oleh Ulil, namun tuduhan mengarah kepada gerakan #IndonesiaTanpaJIL yang memang cukup eksis di Pekanbaru.

            “Tweet Ulil sebenarnya perlu diklarifikasi. Apa betul ada ancaman? Kalau ada yang tidak suka, ya memang banyak yang tidak suka dengan kehadiran Ulil di sana. Tapi apa benar ada yang mengancam?”, komentar Akmal Sjafril, Ketua Div. Litbang #IndonesiaTanpaJIL Pusat.

            Adi Azmi, salah satu aktivis #IndonesiaTanpaJIL Chapter Pekanbaru, menyatakan bahwa sama sekali tidak ada ancaman. “#IndonesiaTanpaJIL bahkan sudah konfirmasi sehari sebelumnya dengan panitia, dan panitia mengatakan bahwa Ulil tak jadi datang. Datang atau tidak datang, kami tetap melakukan aksi sebar flyer. Hanya sebatas itu. Jadi, kalau ada yang bilang kami mengancam Ulil, itu tidak benar,” ujarnya.

            Luthfi Assyaukanie, salah satu rekan Ulil, tidak mampu menahan amarahnya di Twitter. Luthfi yang dikenal luas karena pernah mengumbar kata “bego” kepada Muslimah yang berjilbab di luar shalat dan pengajian ini menulis melalui akun Twitternya:

            Monyet, kera, dan orang utan hanya menurut saja jika digiring untuk menghalang2i manusia berceramah di sebuah kampus.
           


 Monyet tetap monyet meski sudah bergelar mahasiswa.

            Ulil Abshar Abdalla adalah salah seorang pentolan JIL. Namanya mengemuka sejak menulis sebuah artikel kontroversial yang ditentang oleh para ulama pada tahun 2002 silam. Sejak itu, pernyataan-pernyataan Ulil terus menuai kontroversi di kalangan umat Muslim.

            Penolakan terhadap JIL semakin ramai justru setelah maraknya aktivitas para penggiat JIL dan pendukung-pendukungnya di Twitter. Sejak kehadiran Gerakan #IndonesiaTanpaJIL pada awal tahun 2012 yang lalu, semakin banyak masyarakat yang terbuka matanya akan bahaya pemikiran yang dibawa oleh JIL. Flyer-flyer yang dibagikan secara gratis oleh #IndonesiaTanpaJIL mengungkap pemikiran-pemikiran kontroversial yang disampaikan oleh JIL secara terang-terangan.

            Di Pekanbaru, Gerakan #IndonesiaTanpaJIL memang semakin marak. Sepekan yang lalu, Workshop Islamic Worldview baru saja digelar di kota yang sama, atas kerja sama #IndonesiaTanpaJIL Chapter Pekanbaru, Univ. Riau (UR) dan UKMI Ar-Royyan UR. (ITJ/ds)

sumber: islamedia.web.id

PKS Kudus

About PKS Kudus -

Humas DPD PKS Kab Kudus

Subscribe to this Blog via Email :